Halaman

me

me
Tampilkan postingan dengan label Travelika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 November 2014

Nation Building 2014

#late post..
30 Oktober- 5 November 2014
Semarang...

     Menjadi beswan Djarum sesuatu yang tidak pernah terpikirkan awalnya :)  Dan inilah momen yang terabadikan oleh saya pada acara Nation Building 2014..
     30 Oktober. 
     Kami dari beswan  Malang atau biasa disebut "Garang 30" berangkat dari Malang sekitar pukul 08.00 pagi, awalnya sih berkumpul jam 06.00 di Krida Budaya, estimasi 2 jam kita habiskan untuk bersiap-siap dan take foto. Perjalanan dari Malang - SBY cukup membuat ngantuk, . Kami sampai di Kantor Djarum SBY pukul 11.00, dan disana sudah tiba beswan dari DSO lain ada Jember, Papua, dll, saking banyaknya saya lupa. Kami disambut dengan ramah oleh beswan yang ada disana (Welcoming Party). Sambil menunggu beswan Bali, kami menghabiskan waktu dengan berkenalan antar DSO. Waktu makan siang berjalan, kami dihidangkan  nasi krawu (yummy banget) dan Edamame (jadi keinget chacha). Setelah beswan Bali datang, kami bersiap untuk masuk ke bis yang akan membawa kami, seluruh RSO SBY ke semarang.  Kami sampai di semarang pukul 2 pagi. Bis berhenti di depan Hotel Ciputra yang terletak di sisi Simpang Lima. Check in dengan antrian panjang terlewati, saya melihat daftar  dan saya mendapat kamar dengan nomor 727 dengan teman kamar dari JKT dan BDG. Sampai di lantai 7 hotel, kesan saya "penerangan remang-remang, sepi sekali, semua kamar tertutup dan hanya saya yang ke lantai 7. Ini bener-bener serem" . Dengan segera saya menyusuri lorong untuk menemukan kamar yang dituju, dan saat saya berada tepat di depan pintu kamar. ehm... segera saya mengeluarkan kartu putih dari saku, dan apa yang terjadi??? Saya tidak bisa membuka kamar hotel :). Di kartu ada instruksi kunci, saya baca beberapa kali tapi tetap pintu tidak terbuka. Panik dan takut !!! Ingin rasanya lari ke lantai 1 tapi apa daya, saya di lantai 7 dan untuk menyusuri lorong itu lagi saya ogahh.. Tiba-tiba pintu terbuka, ehh teman sekamarku yang dari BDG ternyata menyadari kalau ada makhluk tak berdaya mencoba membuka pintu tapi apa daya kemampuan tak sampai :)). Akhirnya saya bisa masuk kamar hotel juga...
      31 Oktober, 1, 2 November
      Selama 3 hari ini kami berlatih di tempat yang dinamakan PRPP. Berlatih apa? Kami terbagi menjadi 2 tim besar yaitu tim teater dan tim suara. Capek dan panasss sekalii.. Walaupun saya berada padi tim suara tapi tetap saja kami merasakan capek walau cuman berlatih dengan duduk saja. Karena tema NB tahun ini adalah Bali, kita belajar lagu Bali "Jangi Janger". Kami berlatih dari jam 8 pagi sampai jam 8 malem. Di hari terakhir latihan, tanggal 2 November, kami libur latihan sesi malam untuk menghadiri TalkShow Kebangsaan yang membahas mengenai pentingnya toleransi dalam kehidupan bernegara. Talkshow di 168 Conference Building ditutup dengan mini konser dari "Project Pop" hari itu adalah hari dgn tagline "lets dance until midnight ".
      3 November 
       Hari ini ka,mi libur latihan sesi pagi untuk mengadakan Cultural Visit di Kudus. Sampai di Kudus kami mengunjungi makam Sunan Kudus terlebih dahulu, lalu ke Oasis Djarum. Yang menarik dari Oasis ini, pihak Djarum menunjukkan cara pengolahan air lumpur menjadi air kehidupan yang bisa digunakan untuk tambak nila, Kami merasakan rasa ikan panggang disana juga. Kunjungan yang ketiga adalah ke perusahaan rokok Djarum. Apa yang membuat saya tertarik? Disana saya mendapati ratusan ibu2 duduk dengan anteng untuk melinting rokok. Wew entah berapa SDM yang diserap Djarum untuk perusahaannya. Djarum pun tidak hanya menggunakan SDM saja tapi juga menggunakan mesin untuk produk yang berbeda. Kegiatan yang keempat adalah Membatik massal bersama Beswan. Ternyata membatik itu susah teman2, jadi kita harus mengapresiasi para pembatik Indonesia :)
       4 November
     Yaa inilah hari itu. Hari dimana kita harus berlatih beberapa hari untuk menyambutnya. "Malam Dharma Puruhita". Akhirnya kami dari tim suara bisa melantunkan semua lagu yang kita pelajari dengan ciamik. Dan tim teater bisa menampilkan tarian yang fantastis pula. malam Dharma Puruhita ditutup dengan konser basah "Sheila on 7". Kenapa basah? karena ditengah konser hujan datang dengan lebat :(.. Akhirnya kami pulang ke hotel untuk istirahat. Tapi ini malam terakhir di Semarang sehingga kami dari Garang Malang menyempatkan diri ke Simpang Lima dini harinya.
      5 November
    Okkey lets check out !!! pertama kami sarapan dulu. Dan hari itu saya bisa mengolah waffle sendiri setelah beberapa hari hanya melihat saja. Akhirnya.. yummy sekali !!! Tahukah kalian kalau makanan di hotel sangatlah beraneka ragam sampai rasanya ini isip semuanya. Wew lets back to reality.. Kembali menjadi anak Kosan :(.. Setelah sarapan dan check out kita ucapkan Good Bye to Semarang.

Nation Building 2014 : Indonesia, negeriku tercinta. Dengan beribu budaya indah nan eksotik. Indonesia, buatlah dirimu dicintai. Karena dirimu patut untuk dicintai bukan dieksploitasi dan diabaikan !!!      

Senin, 11 Agustus 2014

Fun, Horor, at least it still Fun

Telat posting !!!!
Sebenarnya ini postingan edisi liburan tapi apa daya baru punya waktu sekarang. So check this out :))

          Tanggal 4 bulan Agustus ini kami berempat ingin mengukir sejarah baru dalam hidup. Kenapa sejarah baru? karena selama ini kami hanya bisa main di tempat itu-itu saja, maklum kota kami, Ponorogo memang tidak punya wisata alam pantaiii. Kami memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman ke Pacitan. Siapa kami ? Ada aku, Galuh, Mila dan Pipit. Dan katanya Pipit belum pernah ke Pacitan, jadi ini pertama kalinya. Kami berangkat dari rumah Mila di Balong. Inilah permulaan perjalanan konyol kita :D
          Perjalanan kami dimulai ketika kami harus berjalan ke jalan raya di depan Desa Singkil untuk mendapat bis, waktu menunjukkan pukul 11.00. Aku, Galuh, Pipit sih pede-pede aja, kenapa ? Karena ini bukan desaku jadi gak ada yang kenal. Kalo Mila hehe :P semangat ya mil !!! Kami menunggu dan terus menunggu berharap ada pangeran dengan mobil terios perak lewat. Yapp, ternyata tidak ada pangeran lewat so kita naik bis aja dehh... 30 menit berlalu tapi tidak ada bis yang kita mau. Galuh bilang kalau tidak ada bis dalam 5 menit lagi kita balik aja. Dan kalian tau apa? Tiba-tiba ada bis yang lewat. Weww.. padahal jujur aku pikir kita akan balik tapi bis nya kok datang sih :(.. So the fate is very funny i said..
         
Takut, senang, khawatir, gak percaya, semua bercampur jadi satu. Dan pak kernetnya pun menghampiriku bertanya turun dimana. hehe -_-!! .. aku bingung mau jawab apa karena memang kita gak punya tujuan. Aku tanya pada Mila turun dimana. Mila pun bingung menjawabnya >,<.. memangnya pemberhentian terakhir bis ini dimana pak? aku yakin pak kernetnya berkata dalam hati jangan-jangan anak anak ini mau kabur dari rumah :)) Perjalanan dari Ponorogo ke Pacitan berlangsung selama 2 jam dengan tarif Rp 15.000. Dengan perjalanan yang cukup berliku (jalannya) tapi pemandangannya lumayan kok, kami sampai di rumah pak SBY. tenang.. tenang.. memang sebelum terminal pacitan kita lewat rumah pak SBY dulu. Dan akhirnya kami sampai di terminal. Pak kernet yang satu lagi bilang kalau kami mau turun di pantai kita harus naik bis lagi. Terlontar kalimat yang lucu lagi >,< itu pantai apa ya pak?? oh..em..ji.. memang kita bener-bener gak tau tujuan kita selama 2 jam perjalanan..

          Perjalanan dilanjutkan dengan lari2 mengejar bis yang akan kita naiki selanjutnya. Akhirnya kita dapat
naik bis lagi dengan ongkos Rp 5000. Dan tidak sampai 10 menit akhirnya kita tiba di pantai. Setelah turun dari bis, loohh mana pantainya? ternyata kita harus jalan masuk dulu, untungnya tidak terlalu jauh. Sebelumnya kami menyempatkan dulu untuk sholat di mushola sebelum masuk pantai sambil ke KM. Kalau masuk pantai pasti deh bayar ke KM nya :)).  Ternyata kami memang sangat beruntung waktu itu. Kenapa? karena bapak yang ada di loketing hanya menyuruh kami untuk membayar 2 tiket saja sehingga kami hanya bayar Rp 10.000 padahal harusnya Rp 20.000.. tengkyu bapak :))
Akhirnya kami bisa melihat pantai sekarang, walau Teleng Ria tidak seindah Klayar tapi disinilah kita dengan beribu cerita, ...indah ? pastinya..

          Jam 2 kita sampai di pantai. Ombak di Teleng Ria sedang besar kayaknya. Selayang pandang kami hanya bisa melihat pantai dengan  gunung2 di sisi kanan dan kiri. Hanya 30 menit untuk berfoto ria di pantai, karena rasa lapar telah menyerang. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari tempat makan di pinggir pantai. Mie ayam atau bakso dengan es degan pasti lezat kan. Setelah kenyang kami langsung beranjak pulang. Selamat tinggal Teleng Ria. Sebelum pulang kami mencoba untuk bertanya pak polisi yang ada disana, pengennya sih dapat tumpangan sampai terminal. Tapi gagall :(.. Saat kita bertanya bapaknya bilang kalau kesini lagi pasti nanti udah bawa suami :3 aminnn..

          Pukul 03.30 kami sampai di jalan raya, tapi kami sama sekali tidak melihat bis. Dan katanya jam 04.30 adalah waktu dimana bis terakhir ke Ponorogo dari terminal. Kami akhirnya mencoba berjalan saja, padahal jarak posisi kami dengan terminal sekitar 2 KM. Tapi lagi-lagi kami beruntung karena ditengah jalan ada bis yang lewat. Sampai di terminal kami juga tidak menunggu lama untuk naik bis, itu adalah bis terakhir ke Ponorogo. Beruntung lagi !!!.. Jam menunjukkan jam 04.00, aku fikir sebelum magrib kami sudah sampai di Ponorogo. Tapi apa yang terjadi ? Bis baru berangkat jam 05.00, hemmm.. Dan yang menegangkan adalah bisnya sempat rusak di tengah hutan dengan jalan yang berkelok kelok  :((.. Waa, sepertinya mood kami waktu itu hancur. Akhirnya kami sampai di Ponorogo sekitar jam 07.30. Alhamdulilah sekali...
Dan yang dapat kukatakan untuk liburan kali ini adalah " fun in the beginning, horor the ending, at least it still fun"

its my story, your story and our story. I hope our story keep on going, not us but with our little family in the future.   Teleng Ria 04-08-14





Jumat, 31 Januari 2014

Ferish Wheel



 Ferish Wheel..

Our life just like that, sometimes get down and up. But, like when we ride it. Although afraid comes, we still enjoy every beautiful sceneries around. So life also like that. Enjoy every moment, sad and happiness, that the beautiful sceneries of life just if you can learning from everything...