Selasa, 03 Juni 2014

HanaHime, thats my name ..

            Di kesempatan ini aku ingin berbagi kisah mengenai bunga matahariku. Dulu aku masih ingat dengan jelas, waktu itu aku masih berumur 11 tahun. Aku bukan orang yang suka tanam menanam sejak kecil, padahal ayahku sangat menyukainya. Pernah suatu ketika aku menyentuh bunga yang ayahku ingin tanam dan bunga itu tidak dapat tumbuh.. hemm, memang serem tapi itu yang sebenarnya. Sejak itu aku tidak pernah bercocok tanam apapun.             Karena di kosan aku bosan, akhirnya aku dan temanku memutuskan untuk membeli bibit tanaman untuk mengisi aktivitas. Awalnya aku ragu, masih trauma kejadian masa kecil dan malas juga. Tetapi aku memberanikan diri untuk ikut-ikutan shopping bibit bunga matahari, pot kecil, dan tanah kompos. Dan mulailah aku bercocok tanam sendiri seumur hidupku tanpa bantuan dari ortu plus beli semuanya sendiri :))
Setelah menata tanah di pot dan menabur biji matahari di atas tanah, aku menyiraminya sampai biji benar -benar basah. Beberapa hari berlalu tanpa ada kemajuan, malah yang aku takutkan adalah bijinya membusuk. Tetapi setelah semingguan terbukalah biji bunga matahari tadi dan keluar daun kecil. waaaa, thanks God, i feel so happy..
Dan ini lah bunga matahariku..
1

2

3






Ini adalah bunga matahariku ketika telah mekar, view dibelakangnya adalah masjid UB yang belom jadi-jadi sampai sekarang (-__-!) Indahnya, subhanallah.. Dan  bunga matahari ini dalam bahasa jepang disebut Hana, thats my name :)) sunflower


Plant as like as human, when you care about it you will see them blossom. And when they blossom, feeling excited and wonderfull will come in your heart. Like when you see your beloved smiling..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar